Film menghina Nabi Muhammad dan islam "Innocence of Muslim"


Sebuah awan besar asap hitam naik sekitar kedutaan besar AS di Tunis Jumat sebagai pelempar batu pengunjuk rasa dan polisi melancarkan pertempuran bernada. Ribuan demonstran berkumpul di luar kedutaan dan beberapa terlihat memanjat dinding luar dari dasar kedutaan dan mengibarkan bendera yang ditulis profesi Muslim iman, seorang wartawan Associated Press di lokasi kejadian mengatakan. Polisi menanggapi dengan menembakkan gas air mata, dan tembakan polisi bisa didengar. Sekelompok pengunjuk rasa beberapa lusin singkat berhasil memasuki kompleks kedutaan dan membakar mobil di tempat parkir kedutaan. Mereka didorong kembali ke luar oleh polisi dan pasukan khusus yang terus berdatangan di tempat kejadian. Massa marah atas sebuah film anti-Muslim mengejek Nabi Muhammad telah menyerang kedutaan besar AS di seluruh Timur Tengah.

"Pemerintah AS tak berdaya dalam artian bahwa konstitusi mengizinkan warga Amerika berbicara seperti ini tanpa takut dipenjara hanya karena sebagian orang menganggapnya menghina agama," cetus Profesor Eugene Volokh, pakar hukum kebebasan berbicara.

Amandemen Pertama konsitusi AS menyebutkan bahwa: "Kongres tak bisa membuat aturan hukum... yang membatasi kebebasan berbicara."

Film amatir tersebut telah memicu serangan mematikan ke gedung konsulat AS di Benghazi, Libya pada Selasa, 11 September lalu yang menewaskan Dubes AS Chris Stevens dan tiga warga AS lainnya. Film itu juga menimbulkan aksi-aksi demo anti-AS di sejumlah negara muslim seperti Yaman, Mesir, Maroko, Sudan, Tunisia dan Iran. 

ashadualailahailallah waashaduana muhammadar rasulullah
ini bukan menggambarkan tentang wajah nabi muhammad mohon ampun padamu ya alloh

Innocence of muslim adalah sebuah film besutan  Sam Bacile keturuanan Israel-Amerika. Pria itu dikenal sebagai seorang pengembang real estate di negara Paman Sam itu. Film tersebut memang sengaja dipersiapkannya. Ia yakin dengan peluncuran film itu akan membantu tanah kelahirannya, Israel. Biaya film diperoleh dari sumbangan umat yahudi,mencapai USD 5 juta dan berasal dari sejumlah donatur penganut Yahudi yang enggan dia sebutkan identitasnya.(detik.com)

Ringkas cerita mengenai Film “Innocence of Muslim”
Film ini mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad.Dalam film ini dibumbui dengan tema pedofil dan homoseksualitas. Menceritakan Nabi Muhammad SAW sebagai maniak seks dan suka meniduri banyak wanita yang suaminya meninggal dunia.

Film yang dibuat di California tahun 2011 silam selama 3 bulan dengan 60 aktor dan 45 kru ini awalnya tema dari film ini sendiri adalah menceritakan kehidupan Mesir 2000 tahun yang lalu.Namun,terjadi perubahan alur cerita dalam pembuatan film ini semasa syuting.Sam Bacile sendiri menghilangkan diri setelah terjadi pemberontakan besar-besaran dibeberapa seperti Kairo dan Benghazi.Mengakibatkan tewasnya Dubes AS  John Christopher Stevens bersama tiga staffnya yang sama sekali tidak terkait dalam pembuatan film ini.



Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengutuk film "Innocence Muslim" yang mengolok-olok dan menghina Nabi Muhammad, dan memerintahkan pihak berwenang untuk melarang distribusi di negara itu.
"Kami umat Islam tidak dapat menerima (film yang menghina Nabi Muhammad). Ini adalah pelanggaran besar. Kita tidak bisa membiarkan hal ini, apakah itu dalam bentuk film, kata-kata atau apa pun," katanya. Muhyiddin menanggapi pertanyaan dari wartawan pada film murah, diproduksi oleh berbasis di California Israel Sam Bacile, setelah membuka Kota Baru UMNO pertemuan delegasi.
Dia mengatakan produksi film adalah "suatu perbuatan jahat tidak menghormati agama".
"Ini adalah pendapat pribadi saya bahwa kita harus melarang film. Kita tidak boleh membiarkan tindakan yang menghina Nabi Muhammad," katanya, dan mengarahkan pihak berwenang untuk mencegah distribusi film di dalam negeri.
"Ada motif untuk produksi film, mungkin untuk memicu bentrokan antar-agama yang dapat merugikan masyarakat dunia," katanya. - Bernama

Ketua PB NU, Said Aqil Siradj meminta agar umat Islam untuk tidak terprovokasi, munculnya film berjudul Innocence of Muslims di situs Youtube. Menurutnya umat Islam harus menahan diri agar tetap sabar dan tidak melakukan hal-hal anarkis.

"Kita mengutuk keras setiap penghinaan terhadap semua nabi, baik itu nabi Musa, Nabi Isa ataupun nabi Muhammad. Tapi jangan sampai adanya yang menebar kebencian kepada muslim menjadi kita melakukan hal yang sama," ujar Said Aqil, di sela-sela acara ramah tamah menjelang pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Bersama NU, di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/9/2012).

Menurut Said, film tersebut memang dibuat untuk memprovokasi umat Islam dengan dialog yang diubah dan dibuat-buat. Dia menambahkan unsur kesengajaan lain adalah dimana film tersebut juga diisi oleh pengisi suara berbahasa arab.

"Itu film nggak laku, buatan lama. Tapi lalu di Youtube diganti pake bahasa Arab jadi kesannya itu film bahasa Arab. Itulah yang membuat masyarakat timur tengah menjadi tahu dan akhirnya melakukan aksi," ucapnya.

Menurutnya aksi turun ke jalan belum diperlukan. Masih bisa cara lain untuk melakukan protes tanpa perlu turun ke jalan atau anarkis.

"Kita bisa lakukan cara lain kan selain melakukan kegiatan anarkis. Tapi posisi kita tetap mengutuk itu," ujarnya.

Labels: