barat tantang islam " Barat Hina nabi"



Gelombang penghinaan dan penistaan terhadap nabi muhamad SAW terus bergulir. Ditentang yang satu, muncul yang lain. Penentangan keras kaum muslimin terhadap film “Film menghina Nabi Muhammad dan islam "Innocence of Muslim" diseluruh dunia ternyata justru membuat orang orang kafir tambah semangat untuk menistakan nabi muhammad SAW.
Seperti mendapat angin, oran- orang lainnya di perancis, jerman, dan yang terbaru di spanyolpun ikut- ikutan menghina dan menistakan Nabi SAW. Di ketiga negara tersebut, kartun kartun pelecehan nabi muhammad SAW di buat dan di terbitkan di majalah. Sebelumnya jerman, sekelompok orang malah mengadakan lomba membuat kartun nabi muhammad SAW yang isinya mengejek dan menistakannya.

Pantas jika kaum muslimin masih terjun kejalan. Mereka tidak terima nabi Muhammad SAW di hina dan di nistakan. Sementara mereka pun melihat bahwa para pelakunya tak di apa apakan. Pembuat film itu nakoula basseley tidak dihukum/ditahan atas perbuatannya itu. Negara amerika serikat, tepat ia berada, tak mempersalahkan aksi penistaan itu hanya menjerat dengan kasus lain yakni terkait perbankan. Negara negara barat selalu berbicara bahwa apa yang dilakukan oleh warga negaranya merupakan wujud dari kebebasan berekspresi. Meraka tidak disa dihukum karena hal itu di anggap akan melanggar kebebasan. Ini lah yang dipertontonkan oleh barat bagaimana mereka melindungi orang orang yang menghina islam. Salman rushdie yang menghina islam detik ini di lindungi oleh inggris dan malah diberi gelar “ksatria” oleh ratu elizabet II. Pembuat kartun di majalah jylands-posten malah di jaga oleh aparat keamanan denmark, bukan dihukum. Juga pembuat film fitna, geert wilders, justru di bebaskan oleh pengadilan belanda. Sebuah dokumen yang dilansir oleh wikileaks menyebutkan bahwa amerika ada di balik kasus pemuatan ulang kartun NABI SAW dalam majalah jylland posten. Bukankah ini menunjukan adanya keterlibatan negara??? Janggal kalau ini dikatakan tidak terlibat. Yang pasti minimal negara negara barat dengan sengaja membiarkan penistaan terhadap islam dan kaum muslimin terjad. Penistaan itu tidak akan pernah terjadi jika negara negara barat melarangnya. Ini kan tidak sama sekali.
Sementara itu para penguasa negri kaum muslimin tidak bereaksi dan tidak bertindak apapun untuk kehormatan nabi SAW dan islam. Mereka hanya mengucapkan kata yang tidak ada maknanya sama sekali. Hanya sekedar mengancam dan mengutuk. Pantas bila kaum muslimin bertinda sendiri. Mereka tidak bisa lagi berharap kepada para pemimpin di negrinya mereka melakukan apa yang mereka bisa lakukan dalam rangkamembela orang yang paling di cintainya Yakni rosululloh SAW. Mereka seolah mendapat angin untuk kebangkitan bersama atas nama islam. Mereka tidak lagi mendepankan simbol simbol fanatisme sempit mereka. Mereka mulai menyadari bahwa mereka adalah umta dari seorang nabi yang satu yakni nabi muhammad SAW. Tak mengherankan, dari berbagai aksi di berbagai belahan dunia terlihat mereka membawa bendera islam bertuliskan “laailahailalloh”.
Fakta itu menunjukan, secara akidah kaum muslimin sebenarnya sangat mudah disatukan karena memiliki satu akidah islam. Upaya merusak akidah umat islam justru akan menimbulkan gelombang kebangkitan yang tidak terduga sebelumnya oleh orang orang kafir.
Aksi aksi tersebut juga memunculkan harapan harapan yang besar bahwa umat islam akan segera bersatu dalam waktu dekat. Dua faktor yang mendorongnya yakni melindungi kehormatan islam dan kaum muslim serta silih bergantinya serangan – serangan dari barat.

Labels: