Tragedi Penembakan Pada saat Pemutaran Film Batman

Pemutaran film The Dark Knight Rises di hari pertama menyisakan tragedi. Setidaknya 14 tewas dan 50 orang lainnya luka-luka setelah seorang pria yang mengenakan topeng anti asap berpakaian hitam-hitam memberondong tembakan ke dalam sebuah studio yang tengah memutar film "The Dark Knight Rises" dalam pemutaran tengah malam di Denver, Colorado, Jumat malam.

Kepala Polisi Aurora, Dan Oates mengatakan 10 orang tewas di tempat dan empat lainnya meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit setempat.

"Setidaknya 50 orang lainnya terluka," Oates mengatakan. Sebagian besar korban adalah orang dewasa dan mengatakan bahwa pelaku masuk melalui pintu emergency.

"Saksi mengatakan kepada kita bahwa ia lebih dulu melepaskan semacam gas air mata dan asap, kemudian terdengar suara mendesis dan tiba-tiba asap menyebar ke seisi ruangan, setelahnya pria itu melepas rentetan tembakan," Oates menjelaskan.

Sejumlah penonton awalnya menilai hal itu sebagai bagian dari promosi film.

"Saya setidaknya mendengar 20 sampai 30 rentetan tembakan dalam waktu sekitar dua menit," seorang saksi, Christ Jones mengatakan.

Sementara itu, pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil ditangkap di tempat parkir dekat bioskop. Pria yang mengenakan rompi anti peluru itu ditangkap tanpa perlawanan.

"Dia tidak melawan. Dia tidak melakukan perlawanan," kata Fania, seorang petugas kepolisian.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah senapan dan pistol. Sementara senjata lainnya juga ditemukan di dalam teater.

Hingga kini Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif serangan.

Labels: